ULBAH BIN ZAID: SEDEKAH DO’A YANG DITERIMA

Orang-orang dermawan menginfakkan harta mereka sebagai bekal untuk pasukan yang akan menuju medan perang di daerah Tabuk, daerah yang cukup jauh bagi bangsa arab pada saat itu. Dan, hal ini membuat salah satu sahabat Rasulullah merasa sedih, beliau adalah Ulbah bin Zaid RA.

Kesedihan Tidak Bisa Berinfak

Ulbah bin Zaid RA adalah sahabat Rasulullah SAW yang bersedih karena tidak memiiki uang sepeserpun untuk diinfakkan kepada para sahabat yang akan berperang. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempersiapkan Jaisyah Usroh maka untuknya surga.” sabda Rasulullah itu terdengar sampai ke telinga Ulbah. Lelaki dari suku Anshor dari kabilah Aus itu sangat bersedih, karena Rasulullah SAw tidak menerima mujahid yang tidak memiliki kendaran dan kelengkapan perang. Adapun kelengkapan perang yang dimaksud seperti baju besi, panah, tombak, unta dan lain-lain.

Kejadian yang sangat membuat Ulbah Bin Zaid bersedih adalah ketika Rasulullah dikelilingi para sahabat. Dan datanglah Abu bakar sambil menyerahkah uang 4000 dirham kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pun bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu? Abu bakar menjawab, Aku tinggalkan Allah SWT beserta RasulNya Rasulullah SAW pun menjawab kembali, “Tidak ada harta yang bermanfaat bagiku seperti harta Abu bakar” Umar datang membawa setengah hartanya, lalu Usman membawa 1000 dinar lalu menyerahkannya kepada Rasulullah SAW Rasulullah pun berkata, “Tidak ada yang dapat membahayakan usman setelah ini” sambil mengaduk-aduknya. Turut serta pula Abdurahman dengan 200 uquyah perak, dan disusul para sahabat  yang lain, dengan hartanya masing- masing.

Pada saat itu, semua kaum muslimin berinfak kecuali kaum munafiqin. Bahkan para sahabat yang bukan dari golongan berada pun datang berinfak dengan apa yang mereka miliki. Seperti Ashim Bin Adi RA yang membawa wasaq dari kebun kurmanya, disusul sahabat yang lain membawa dua mud, bahkan ada yang hanya satu mud (sebanyak dua telapak tangan orang dewasa.

Sedekah di Sholat Malam

Bersamaan dengan itu, pulanglah Ulbah Bin Zaid RA sambil bersedih. Kesedihannya semakin larut, dikarenakan ia tak bisa berinfak dan membeli peralatan perang seperti yang dilakukan para sahabat yang lain. Untuk mengurangi kegundahan hatinya, Ulbah pun berwudhu lalu melaksanakan shalat. Ulbah pun menumpahkan seluruh kesedihannya kepada Dzat yang  memiliki isi langit dan bumi. Seraya berdoa;

Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan sesuatu apapun yang dapat aku bawa bersama RasulMu, dan Engkau tidak memberikan ditangan Rasulmu sasuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dengan dari semua perbuatan zholim mereka terhadap diriku dari perkara harta, raga, atau kehormatan.”

Sungguh, Allah SWT tidak menyia-nyiakan doanya. Rasulullah SAW pun mendapat kabar itu dari malaikat Jibril, atas izin Allah SWT, selesai shalat Rasulullah SAW pun bersabda, siapa yang tadi malam bersedekah hendaklah ia berdiri?” TIdak ada salah satu dari sahabatpun yang berdiri. Bahkan Ulbah pun tidak merasakan bahwa tadi malam ia tidak bersedekah. Tetapi Rasulullah SAW pun mendekatinya, sambil berkata, “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhamad SAW berada ditanganNya, sesungguhnya sedekahmu tadi malam telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.

Dari kisah ini kita dapat memetik pelajaran. Bahwa sedekah tidak harus berupa materi. Dan Rasullulah SAW. sendiri pun bersabda, Tasbih adalah sedekah, senyum adalah sedekah bahkan berhubungan badan dengan istri demi menjaga kehormatannya adalah sedekah Semoga Allah SWT, merahmati Ulbah Bin Zaid RA, Rasulluah SAW, para sahabat, dan umatnya.

(Sumber: Sahabat Mandiri dan Peduli Edisi 02 Februari 2015/Hal 16)

Leave a Reply