SYARAT-SYARAT DOA AGAR MIMPI TERKABUL

Allah Azza wa Jalla menjamin dikabulkannya doa para hamba-Nya. Namun jaminan itu bukanlah Jaminan gratis, tapi membutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:

Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan.

Rasulullah saw bersabda: ika salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah ia mengatakan, Ya Allah, berilah ampunan kepadaku jika engkau menghendakinya Namun hendaknya meneguhkan hati (akan apa yang dimintanya)” H.R Bukhari Muslim)

Yakin bahwa doa akan dikabulkan adalah syarat untuk terkabulnya doa. Oleh karena  jangan ada di antara kita yang memohon kepada Allah Taala masih keraguan terkabulnya doa doa yang ia panjatkan.

Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah Taala.

Banyak orang yang berdoa namun ia tidak sadar apa yang sedang dilakukannya. Ia hanya berkata-kata Ya Allah atau kata Amin, namun hatinya tidak hadir dalam kata yang ia ungkapkan. Khusyu’dalam berdoa adalah sinergi antara kata, hati dan raga sekaligus. Semua hadir dalam permohonan yang tulus kepada Rabbnya. Tentang urgensi am berdoa ini, Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main-main” (H. R Tirmidzi)

Seorang muslim tidak selayaknya bermain main dalam doanya namun ia harus mampu mengutarakannya dengan penuh khusyu.

Salah seorang Tabiin pernah berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kapan doaku akan dikabulkan orang- orang yang berada di sekitarnya bertanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Tabiin itu menjawab, yaitu ketika hatiku khusyu, anggota-anggota badanku juga khusyu’ dan mataku pun mengeluarkan air mata. Maka pada saat itu aku akan berkata, Doa ini akan dikabulkan”.

Tidak terburu-buru

Imam Bukhari dan muslim meriwayatkan persyaratan yang ketiga ini, di mana Rasulullah saw bersabda, “Akan dikabulkan bagi (doa) salah seorang di antara kalian selama ia tidak terburu-buru Maksud terburu-buru adalah sikap pesimisme terhadap apa yang ia minta. Tidak mengulang-ulang doanya. Sikap negatif thinking kepada Allah Taala atas tertolaknya doa obat dari penyakit ini adalah kesabaran.

Memakan rezki yang halal

Syarat terakhir dari dikabulkannya doa adalah memakan rezki yang halal, Sehingga tidak selayaknya seorang muslim mengumpulkan harta dengan cara yang diharamkan Allah swt.

Firman Allah swt, Wahai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik. baik, dan kerjakanlah amalan shalih, Sesungguhnya, Aku Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan” (al- Mukminun (23): 51)

Rasulullah saw, Menceritakan tentang, seorang lelaki yang kotor dan berdebu, (yang berada dalam) sebuah perjalanan yang jauh, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, “Ya Tuhanku …….Ya Tuhanku ……..Namun, perutnya (dipenuhi minuman) yang haram, tempat makannya (dipenuhi makanan) yang haram, pakaiannya berasal dari (pakaian) yang haram, dan ia mengkonsumsi haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan (H.R Abu Daud, Nasai dan Ahmad)

Santun dalam Berdoa

Akhlaq dalam Islam memiliki jangkauan wilayah yang sangat luas. Bahkan ia hadir dalam seluruh aspek kehidupan seorang muslim, termasuk di dalamnya ketika seorang muslim berhadapan dengan Rabbnya. Berikut ini beberapa akhlaq dalam berdoa

  1. Mengangkat kedua tangan. Mengangkat kedua tangan saat berdoa merupakan sebuah bentuk I penghambaan diri yang menjadi cirri (al orang yang beriman, Rasulullah saw. sering mengangkat kedua tangannya sampai terlihat ketiaknya yang putih
  2. Menghadap Kiblat
  3. Dalam Keadaan Suci
  4. Memulai doa dengan memanjatkan pujian kepada Allah swt.
  5. Bershalawat kepada Rasulullah saw.
  6. Bertaubat dan memulai doa dengan memanjatkan istighfar
  7. Bertawasul kepada Allah dengan asma-Nya yang baik
  8. Tidak melampaui batas saat berdoa. Maksudnya adalah meminta sesuatu yang mustahil untuk terjadi, seperti mengatakan, “Ya Allah kekalkan aku sampai hari kiamat. Atau mengatakan, “Ya Allah, jadikanlah aku sebagai bagian dari sepuluh sahabat yang diberi kabar dengan mendapat surga Rasulullah saw memberitahukan bahwa kelak akan ada komunitas masyarakat muslim yang berdoa dengan permintaan yang mustahil. Beliau bersabda: “Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa dan bersuci” (H.R al-Hakim dan Ibnu Hibban menshahihkannya)

(Sumber: Sahabat Mandiri dan Peduli Edisi 02 Februari 2015/Hal 10-11)

Leave a Reply