Mengenal Perbedaan Bahan Mukena Dari Kain Rayon, Katun dan Santung

Mukena sebagai pakaian ibadah merupakan suatu perlengkapan wajib bagi setiap muslimah.Salah satu hal yang sebaiknya diperhatikan saat memilih mukena adalah faktor kenyamanan. Dengan mukena yang nyaman, ibadah tentunya akan terasa lebih khusyuk bukan?Beberapa bahan mukena yang sering dijual di pasaran diantaranya terbuat dari bahan rayon, katun dan santung. Jenis bahan ini sekilas terlihat sama namun ternyata ketiganya memiliki karakteristik bahan  yang berbeda.

KATUN

Bahan katun terbuat dari serat alami yang biasanya berasal dari kapas. Jenis tekstil ini  bila dipegang terasa tekstur seratnya. Katun memiliki daya serap keringat yang bagus sehingga terasa dingin di kulit, sangat cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.Jenis katun cukup beragam, contohnya katun parisyang sedikit menerawang, katun jepang yang tebal serta sedikit mengkilap permukaannya dan masih banyak lagi contoh varianlainnya.

RAYON

Setelah paham karakteristik bahan katun, yukkita ketahui tentang bahan rayon. Jenis bahan ini sering disalah artikan sebagai salah satu jenis katun.Orang awam terkadang menyebutnya dengan katun rayon, padahal keduanya berbeda.Rayon memiliki sifat tekstur yang sedikit licin dan halus.Bahan kain rayon basisnya adalah serat alam, dibuat dari selulosa pulp kayu.Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara. Meski basisnya adalah serat alam, tetapi kain rayon saat ini sudah berkembang sedemikian jauh proses pembuatannya.

Serat yang jadi bahan untuk benang kain rayon berasal dari polimer organik, ada regenerasi proses kimiawi dalam pembuatanya, sehingga serat rayon tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami. Maka nama baru disematkan pada rayon, yaitu serat semi sintetis.Beberapa jenis rayon yang banyak dijual diantaranya rayon spandex, rayon jersey, rayon PE, rayon crinkle dan sebagainya.

SANTUNG

Satu lagi bahan tekstil yang sering salah kaprah penyebutannya adalah santung. Kebanyakan orang masih menyebut kain rayon sama dengan santung. Padahal keduanya sangat berbeda. Kain santung asli pada mulanya berasal dari provinsi Shandong di Cina, terbuat dari serat yang dihasilkan oleh kepompong sutera liar. Namun untuk menekan harga, pada masa kini digantidengan bahan fiber lain misalnya acetate, nilon ataupun fiber sintetis lainnya.

Kain ini sering dijuluki dengan sebutan “wild silk” atau sutera kasar karena mempunyai tekstur yang agak kasar.Tetapi kadang kain ini juga dikenal dengan sebutan antique satin. Pembuatan kain shantung dibuat dengan metode plain wave (tenun polos) dan ditenun dengan benang atau serat yang ketebalannya berbeda-beda. Bagian atau garis yang menonjol pada permukaan kain tersebut dikarenakan benang atau serat slub bergelombang yang diposisikan di bagian lungsin.

Setelah mengetahui tentang ketiga bahan, bisa disimpulkan perbedaannya adalah sebagai berikut:

  1. Katun terbuat dari serat tumbuhan alami yang berasal dari kapas, rayon terbuat dari serat selulosa pulp kayu dengan campuran polimer sintetik, sedangkan santung umumnya terbuat dari sutera.
  2. Katun memiliki tekstur sedikit kasar, kaku, dan terasa jalinan benangnya. Rayon relatif lebih halus testurnya serta agak licin dan jatuh bila dipegang.Sedangkan bahan santung cenderung tebal, glossy/tampakmengkilat serta terlihat jelas serat kainnya mirip dengan bahan linen.
  3. Pengujian dengan dibakar. Karena terbuat dari 100% serat alami, maka kain katun bila dibakar akan menghasilkan residu seperti serabut kapas. Sedangkan rayon karena ada campuran bahan sintetik, maka akan meninggalkan bekas seperti saat kita membakar kertas. Untuk bahan santung bila murni terbuat dari serat sutera tentunya akan menunjukkan tanda seperti katun bila dibakar, namun bila ada campuran polyester dalam jumlah banyak maka bekas bakaran akan nampak seperti saat kita membakar plastik.
  4. Pada umumnya kain rayon memiliki warna yang lebih cerah dan tajam apabila dibandingkan dengan kain katun dan santung. Hal ini disebabkan sifat bahan rayon yang lebih mudah menyerap pewarna hingga ke dalam serat-seratnya.

Demikian beberapa perbedaan antara bahan katun, rayon dan santung. Semoga bisa menambah pengetahuan kita mengenai jenis mukena.Meski berbeda asal bahan, tekstur dan sebagainya, ketiga jenis kain  ini memiliki kesamaan yaitu sifat bahannya nyaman dipakai sebagai mukena.

Leave a Reply