MANFAAT MENGHAFAL AL-QUR’AN

“Dan perumpamaan bagi orang yang membaca Al-Quran, sedangkan ia hafal ayat-ayat-Nya bersama para malaikat mulia dan taat.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Menjadi penghafal Al-Qur’an sebenarnya tidak begitu sulit. Menghafal ayat-ayat suci Al-Quran ini sama saja halnya dengan menghafal sebuah lirik lagu. Didengar berulang-ulang serta dipahami maknanya secara terus menerus, maka akan ada ayat-ayat yang turut terhafalkan. Menghafal Al-Qur’an juga bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun, asal di tempat yang bersih dan terhindar dari najis.

Semua usia bisa menjadi penghafal Al-Qur’an. Bahkan anak kecil sekali pun bisa menghafal ayat-ayat suci Allah SWT ini. Tak jarang juga sekarang ajang-ajang pencarian hafidz yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi nasional telah menunjukkan jika banyak sekali anak-anak Indonesia yang masih belia telah hafal Al-Qur’an. Program hafidz yang disiarkan oleh televise ternyata mampu menjadi penggugah bagi para anak anak untuk giat berlatih menghafal.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari menghafal Al- Qur’an. Dalam sebuah riwayat, perumpamaan orang-orang yang membaca Al-Qur’an adalah para penghafal tersebut bersama para malaikat yang mulia dan taat. “Dan perumpamaan bagi orang yang membaca Al-Qur’an, sedangkan ia hafal ayat-ayat-Nya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Mut- tafaqun’ Alaih)

Bahkan disebuah hadits lain, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Orang yang tidak memiliki hafalan AHQur’an sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh, hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Abbas (2914) yang berkata jika hadits ini sahih.

Sungguh banyak manfaat dari seorang yang secara suka hati menghafal ayat-ayat Allah SWT. Bahkan hadits di atas mengatakan jika seseorang yang tidak mempunyai hafalan Al-Qur’an, diibaratkan bak rumah kumuh yang siap runtuh. Kontor dan tak ada penopang dalam hidupnya.

Al-Qur’an sejatinya merupakan sebuah petunjuk oleh Allah SWT kepada manusia sebagai lentera dari kegelapan. Al-Qur’an bak sandaran dalam kehidupan yang menjadi penopang di saat keimanan sedang kendur. Dari firman-Nya ini pula, Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan serta kisah-kisah nabi terdahulu, untuk dijadikan sebagai inspirasi kehidupan. Karena sesungguhnya apa yang telah diucapk an oleh Allah SWT adalah benar adanya.

Selain itu, manfaat lain dari para penghafal Al-Qur’an ini adalah mendapatkan penghormatan dari Rasulullah SAW, dalam sabdanya, “Pelajarilah Al-Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang yang mempelajari Al-Qur’an dan memb- acanya adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, yang wanginya menyebar ke mana-mana. (HR. Tirmidzi)

Betapa banyak faedah yang bisa didapatkan dari menghafal Al- Qur’an. Hal tersebut sangat mem- bantu seseorang saat di akhirat kelak. Pahala pun tak henti-hentinya mengalir dari lantunan ayat suci Al-Qur’an yang terlontar dari mulut seseorang yang membaca ayat Allah SWT tersebut. Karena Al-Quran akan menjadi penolongnya saat di akhirat nanti. Dari Abi Umammah RA, ia berkata, “Aku mendengar Rasullah SAW bersabda, Bacalah olehmu Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para penghafalnya.”  (HR. Muslim)

Sungguh mulia bagi seorang hafidz Qur’an yang mampu menghafalkan ayat-ayat Allah SWT. Karena tak hanya berguna bagi dirinya saja saat ini, namun juga akan membawa manfaat saat di hari akhir nanti. Al-Qur’an yang di baca akan menjadi penerang dan pelindung.

Selain itu, dengan membaca Al-Qur’an juga merupakan tanda bakti seorang kepada orangtua. Karena sungguh besar pahala bagi orangtua yang telah melahirkan anak-anak hafidz Qur’an yang bisa membawa keberkahan bagi orangtuanya, lingkungan serta dirinya sendiri. Tentunya Allah SWT telah menjanjikan surga bagi mereka yang senantiasa mengamalkan apa yang telah diper- intahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya.

Menjadi pribadi muslim yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas, melalui program hafidz Qur’an. Tak hanya memberdayakan para penghafal hanya sebatas diri sendiri dan sanak keluarga, tapi juga untuk masyarakat luas. Maka dari itu, berlomba-lomba dalam kebaikan adalah cara bijak untuk mengumpulkan pahala. Dengan memanfaatkan hambatan menjadi peluang yang bisa mendatangkan syafaat untuk orang banyak.

(Sumber: Sahabat Mandiri dan Peduli Edisi 03 Maret 2015/Hal 10-11)

 

Leave a Reply